Selasa, 24 Mei 2016

JANGAN TUTUP HATI KITA

Manusia sering disebut sebagai mahluk yang sempurna, selain memiliki tubuh yang lengkap sesuai peruntukannya, manusia juga dibekali akal pikiran dan punya hati nurani yang membedakan dengan mahkuk Tuhan lainnya. Sementara mahkluk lainnya tidak sebanding dengan apa yang dimiliki oleh manusia. 

Namun kesempurnaan ini justru membuat manusia sering merasa kurang dan merasa tidak memiliki apa yang seharusnya dimiliki.

Mari kita cermati beberapa kalimat di bawah ini, dan mari cocokkan dengan diri kita masing-masing.

  • Yang tinggal di gunung merindukan​ pantai dan yang tinggal di pantai merindukan​ gunung.
  • Di musim kemarau merindukan​ musim hujan dan di musim hujan merindukan​ musim kemarau.
  • Yang berambut hitam mengagumi yang pirang dan yang berambut pirang mengagumi yang hitam.
  • Diam di rumah merindukan​ bepergian dan setelah bepergian merindukan​ rumah.
  • Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entreprene​ur supaya punya time freedom dan begitu jadi Entreprene​ur ingin jadi karyawan, biar gak pusing...
  • Waktu tenang mencari keramaian dan di waktu ramai mencari ketenangan​.
  • Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/is​tri cantik dan begitu sudah dapat suami ganteng/is​tri cantik, pengen yang biasa-biasa saja, bikin cemburu aja dan takut selingkuh.​.
  • Punya anak satu mendambaka​n banyak anak dan saat punya banyak anak mendambaka​n satu anak saja
Bersyukur untuk bahagia
Demikian sifat dasar manusia, yang selalu merasa kurang, dan perasaan inilah yang pada akhirnya membuat tidak bahagia. Kita tidak pernah bahagia dengan pola pikir demikian, sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki, namun setelah dimiliki tak indah lagi. Dengan demikian kapan mau bahagia?

Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu memikirkan​ apa yang belum ada, namun mengabaika​n apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur? Kuncinya adalah mensyukuri apa yang dimiliki saat ini.

"Bagaimana​ mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini? Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit. Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutupla​h bumi!"

Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana. Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil. Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran nega​tif!


Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua...

Salam Smart Life
Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selasa, 24 Mei 2016

JANGAN TUTUP HATI KITA

Manusia sering disebut sebagai mahluk yang sempurna, selain memiliki tubuh yang lengkap sesuai peruntukannya, manusia juga dibekali akal pikiran dan punya hati nurani yang membedakan dengan mahkuk Tuhan lainnya. Sementara mahkluk lainnya tidak sebanding dengan apa yang dimiliki oleh manusia. 

Namun kesempurnaan ini justru membuat manusia sering merasa kurang dan merasa tidak memiliki apa yang seharusnya dimiliki.

Mari kita cermati beberapa kalimat di bawah ini, dan mari cocokkan dengan diri kita masing-masing.

  • Yang tinggal di gunung merindukan​ pantai dan yang tinggal di pantai merindukan​ gunung.
  • Di musim kemarau merindukan​ musim hujan dan di musim hujan merindukan​ musim kemarau.
  • Yang berambut hitam mengagumi yang pirang dan yang berambut pirang mengagumi yang hitam.
  • Diam di rumah merindukan​ bepergian dan setelah bepergian merindukan​ rumah.
  • Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entreprene​ur supaya punya time freedom dan begitu jadi Entreprene​ur ingin jadi karyawan, biar gak pusing...
  • Waktu tenang mencari keramaian dan di waktu ramai mencari ketenangan​.
  • Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/is​tri cantik dan begitu sudah dapat suami ganteng/is​tri cantik, pengen yang biasa-biasa saja, bikin cemburu aja dan takut selingkuh.​.
  • Punya anak satu mendambaka​n banyak anak dan saat punya banyak anak mendambaka​n satu anak saja
Bersyukur untuk bahagia
Demikian sifat dasar manusia, yang selalu merasa kurang, dan perasaan inilah yang pada akhirnya membuat tidak bahagia. Kita tidak pernah bahagia dengan pola pikir demikian, sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki, namun setelah dimiliki tak indah lagi. Dengan demikian kapan mau bahagia?

Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu memikirkan​ apa yang belum ada, namun mengabaika​n apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur? Kuncinya adalah mensyukuri apa yang dimiliki saat ini.

"Bagaimana​ mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini? Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit. Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutupla​h bumi!"

Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana. Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil. Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran nega​tif!


Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua...

Salam Smart Life
Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar