Temen saya CEO perusahaan dengan omset ratusan milyar setahun, dengan karyawan lebih dari 250 orang, terpaksa berhenti beroperasi alias tidak bisa jualan lantaran pendemik covid 19 yang melanda Indonesia dan 220 negara lainnya di Dunia. Dan kita sama-sama tidak tahu kapan pandemik berakhir, tuntas, sehingga aman bagi kita semua untuk kembali beraktivitas normal. Ketika dinyatakan pandemik selesai, tiba-tiba ada 1 orang saja yang ternyata masih menyimpan virus corona dalam tubuhnya, baik bergejala maupun tidak bergejalan, maka bisa dikhawatirkan virus akan kembali menyebar.
Tampilkan postingan dengan label MARKETING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MARKETING. Tampilkan semua postingan
Kamis, 07 Mei 2020
Selasa, 23 Mei 2017
Sabtu, 20 Agustus 2016
Senin, 27 April 2015
Jumat, 06 Maret 2015
Langganan:
Postingan (Atom)
Tampilkan postingan dengan label MARKETING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MARKETING. Tampilkan semua postingan
Kamis, 07 Mei 2020
Selasa, 23 Mei 2017
NETWORK IS POWER
Dalam
10 tahun terakhir, malang melintang di dunia bisnis, saya benar-benar merasakan
bahwa no network no business. Lima perusahaan terakhir tempat saya bekerja 10 tahun terakhir, tidak ada
yang menggunakan lamaran kerja seperti biasanya orang mendapatkan pekerjaan,
tapi pekerjaan di dapatkan dari network yang saya miliki. Beberapa project yang
saya kerjakan setahun terakhir, 100% saya dapatkan karena network, tidak
menawar-nawarkan proposal sebagaimana orang mencari project pada umumnya. Hidup
Network…..Sabtu, 20 Agustus 2016
CUSTOMER NETWORK MARKETING, MENJADIKAN KONSUMEN SEBAGAI AGEN
KUPAS TUNTAS 'CUSTOMER NETWORK MARKETINNG'
D'LIGHT CAFFE
SABTU, 27 AGUSTUS 2016
PKL. 10:00 WIB - 13:00 WIB
Fasilitator: Kristiyawan Widyantoro
MLM telah menjadi sebuah
fenomena dalam dunia bisnis dan telah menjadi bisnis yang mendunia. Terbukti
menjadi strategy bisnis yang mampu menhadapi tatangan, bahkan dalam kondisi krisis
ekonomi sekalipun.
Pada kegiatan sharing ini, tidak
akan dibahas sebuah perusahaan MLM ataupun menawarkan bisnis MLM, tetapi akan MENGUPAS
IDE dari sebuah bisnis yang menjadikan konsumen sebagai kekuatan untuk
pengembangan pasar (Customer Network Marketing). Inilah yang menjadi roh dari
bisnis MLM.
Customer Network Marketing telah
berkembang sangat luas, tidak hanya di bisnis MLM, tetapi network marketing juga
telah merambah bisnis lain. Tidak hanya dunia “offline” tetapi juga menyusup ke
dunia “online”. Bagaimana penerapannya di masa sekarang? Tentang Network
Marketing akan dibahas dan dikupas tuntas dalam Sharing D’LIGHT INSPIRATION
GATHERING, 27 Agustus 2016, pkl 10:00 wib
Melalui Sharing ini, hasil yang ingin didapatkan peserta dari seminar dan diskusi adalah mendapatkan pemahaman :
- Pro kontra bisnis MLM dan banyaknya perusahaan MLM baru memberikan gambaran potensi bisnis dengan memanfaatkan jaringan bisnis konsumen.
- Customer network marketing tidak hanya milik perusahaan MLM. Berbagai bidang usaha juga bisa menerapkannya untuk produk berupa barang maupun jasa. Istilah “member get member”, “referral program”, “partnership”, “affiliate marketing”, dan lainnya digunakan untuk pengembangan bisnis.
- Customer Network Marketing bisa diterapkan pada bisnis dengan skala perusahaan besar maupun usaha pribadi.
- Gambaran umum MLM -Membahas sejarah dan perkembangan Direct selling dan MLM di dunia dan Indonesia
- Latar Belakang MLM - Pemikiran dasar mengapa bisnis ini dikembangkan dan berkembang pesat
- Konsep MLM - Bagaimana perusahaan MLM mengemas bisnis jaringan menjadi sebuah kekuatan bisnis
- Analisa tentang MLM - Tantangan dan peluang bisnis MLM dalam masa kini
- Penerapan customer network marketing - Berbagai penerapan pemanfaatan jaringan konsumen tidak hanya dalam perusahaan MLM
- Prospek customer network marketing - Analsia peluang pengembangan bisnis dengan memanfaatkan Customer Network Marketing di masa datang
Kristiyawan Widyantoro
- 19 tahun berkecimpung di dunia direct selling dan MLM baik sebagai pelaku maupun manajemen di bagian sales & marketing, business development, product management maupun training
- Dua kali merintis perusahaan baru di bidang direct selling dan MLM
- Kini menjabat sebagai Marketing Manager di PT BioVital Indonesia
FREE - Terbatas untuk 30 peserta
- Laurensia: +62 813-8124-5988
- Dion : +62 811-177-191
Salam Smart Life
Joko Ristono
Senin, 27 April 2015
SALES DAN MARKETING
MARKETING adalah salah satu teknik komunikasi
yang disusun untuk menawarkan suatu konsep yang bertujuan untuk memberikan
informasi secara lengkap terhadap value suatu barang atau jasa, mulai dari
Developt, cara promosi, strategy penjualan, maintenance safter sales dst ...
Marketing adalah solusi dalam memenuhi kebutuhan manusia namun selanjutnya bagaimana membuat "KEBUTUHAN MAKAN ITU BERUBAH MENJADI KEINGINAN MAKAN", contoh; manusia butuh makan, namun bagaimana merumuskan konsep keinginan makan yang cepat, enak, tidak repot, bisa dipesan bahkan diantar dengan harga yang reasonable. Kemudian lahirlah konsep "FAST FOOD" yang saat ini telah menjelma menjadi raksasa industri makanan.
Seiring waktu teknik marketing juga akan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman, perubahan prilaku konsumen dll, dalam perkembangannya sampai saat ini ilmu marketing sudah diajarkan sebagai salah satu ilmu specialist di berbagai universitas di seluruh dunia sebagai ilmu modern, bahkan penemuan konsep konsep baru semakin menambah sempurnanya teknik marketing ini, sebagai contoh; terlahirnya jurus baru seperti CRM (Customer Relationship Marketing), CSR (Corporate Social Responsibility), Membership Program, Partnership Program, Internet Marketing, Brand Advocate, Loyalty Customer, etc
Mengkocopy penjelasan dar seorang pakar Sales&Marketing seperti ini;
MENURUT KOTLER DAN KALLER : Sebuah fungsi organisasi dan sekumpulan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan dan menghantarkan nilai kepada konsumen dan membangun atau mengatur hubungan dengan konsumen untuk keuntungan perusahaan dan pemegang saham
SEDANGKAN MARKETING MANAGEMENT : Seni dan ilmu memilih dan mendapatkan target pasar, menjaga dan mengembangkan konsumen dalam mengkomunikasikan nilai-nilai pelanggan). Jadi yang terpenting dalam
PERBEDAAN SALES DAN MARKETING ADALAH
MARKETING ADALAH bagaimana kita seharusnya menghantarkan value dari sebuah produk yang akan kita jual ke konsumen sehingga konsumen bisa merasakan manfaat dari produk yang kita jual.
SEDANGKAN SALES ADALAH kegiatan yang hanya fokus pada menjual produk dengan cara menjalankan strategy yang dirancang oleh Marketing yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan produk atau jasa.
Dari pengertian diatas dapat kita lihat bahwa proses marketing lebih panjang dan komplek dibandingkan dengan proses sales. Karena proses marketing di mulai dari design produk, penetapan harga, penyusuan strategi promosi dan jalur distribusi, SEDANGKAN SALES hanya menjadi salah satu bagian dari promosi, sehingga tidak memperhatikan faktor lain yang dapat menunjang pemasaran.
Inilah jawabannya setiap perusahaan besar akan selalu terus mengembangkan dan mendevelop DEPARTEMEN MARKETING KARENA SALES TANPA MARKETING IBARAT ANDA BERJALAN DENGAN MATA TERTUTUP ...
#semoga bermanfaat
Marketing adalah solusi dalam memenuhi kebutuhan manusia namun selanjutnya bagaimana membuat "KEBUTUHAN MAKAN ITU BERUBAH MENJADI KEINGINAN MAKAN", contoh; manusia butuh makan, namun bagaimana merumuskan konsep keinginan makan yang cepat, enak, tidak repot, bisa dipesan bahkan diantar dengan harga yang reasonable. Kemudian lahirlah konsep "FAST FOOD" yang saat ini telah menjelma menjadi raksasa industri makanan.
Seiring waktu teknik marketing juga akan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman, perubahan prilaku konsumen dll, dalam perkembangannya sampai saat ini ilmu marketing sudah diajarkan sebagai salah satu ilmu specialist di berbagai universitas di seluruh dunia sebagai ilmu modern, bahkan penemuan konsep konsep baru semakin menambah sempurnanya teknik marketing ini, sebagai contoh; terlahirnya jurus baru seperti CRM (Customer Relationship Marketing), CSR (Corporate Social Responsibility), Membership Program, Partnership Program, Internet Marketing, Brand Advocate, Loyalty Customer, etc
Mengkocopy penjelasan dar seorang pakar Sales&Marketing seperti ini;
MENURUT KOTLER DAN KALLER : Sebuah fungsi organisasi dan sekumpulan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan dan menghantarkan nilai kepada konsumen dan membangun atau mengatur hubungan dengan konsumen untuk keuntungan perusahaan dan pemegang saham
SEDANGKAN MARKETING MANAGEMENT : Seni dan ilmu memilih dan mendapatkan target pasar, menjaga dan mengembangkan konsumen dalam mengkomunikasikan nilai-nilai pelanggan). Jadi yang terpenting dalam
PERBEDAAN SALES DAN MARKETING ADALAH
MARKETING ADALAH bagaimana kita seharusnya menghantarkan value dari sebuah produk yang akan kita jual ke konsumen sehingga konsumen bisa merasakan manfaat dari produk yang kita jual.
SEDANGKAN SALES ADALAH kegiatan yang hanya fokus pada menjual produk dengan cara menjalankan strategy yang dirancang oleh Marketing yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan produk atau jasa.
Dari pengertian diatas dapat kita lihat bahwa proses marketing lebih panjang dan komplek dibandingkan dengan proses sales. Karena proses marketing di mulai dari design produk, penetapan harga, penyusuan strategi promosi dan jalur distribusi, SEDANGKAN SALES hanya menjadi salah satu bagian dari promosi, sehingga tidak memperhatikan faktor lain yang dapat menunjang pemasaran.
Inilah jawabannya setiap perusahaan besar akan selalu terus mengembangkan dan mendevelop DEPARTEMEN MARKETING KARENA SALES TANPA MARKETING IBARAT ANDA BERJALAN DENGAN MATA TERTUTUP ...
#semoga bermanfaat
Salam Smart Life
Joko Ristono
Penulis: Tommy Afandhi
Jumat, 06 Maret 2015
MENJUAL DENGAN SALES MAGIC
Banyak orang tidak mengetahui seni penjualan, lebih
banyak lagi orang tidak mengetahui pentingnya ilmu menjual dalam kehidupannya.
Banyak orang merasa tidak terlibat dalam penjualan. Padahal ilmu penjualan ini harus
dimiliki oleh semua orang yang berinteraksi dengan orang lain. Misal staf
administrasi harus menjual laporan kepada atasannya, bagaimana seorang bawahan
menjual ide kepada atasannya, seorang ibu meminta anaknya untuk meminum obat
pahit, bagaimana seorang laki-laki atau wanita memenangkan hati calon
pasangannya, dan tentu saja bagaimana seorang salesman berhasil menjual produk,
ide atau jasanya kepada orang lain.
SALES MAGIC yang dikenalkan oleh Pak Tung
Desem Waringin membahas Teknik & Keterampilan yang sangat ampuh dalam
menjual apapun kepada siapapun dimanapun dan kapanpun. Bagaimana menjual
sepotong roti tawar dengan harga Rp 300 juta dan yang beli masih berebut.
Sebuah ilmu yang disaripatikan dari Anthony Robbins (World’s No.1 Success
Coach), Joe Girard (Pemegang rekor dunia penjualan perorangan/ Guinness Book of
Record), dan pengalaman Tung Desem Waringin dalam membawa BCA di Malang dari
peringkat 7 pertumbuhan pemegang kartu ATM menjadi peringkat 1 di Indonesia
(untuk kategori di luar Jakarta). Pertumbuhan pemegang kartu kredit BCA No.1 di
Indonesia (Bulan April – Mei 2000). Pulih pertama ketika BCA rush.
Dalam menjual produk kepada
calon pelanggan pada dasarnya hanya memerlukan 4 hal ini, yang dikenalkan
dengan nama SALES MAGIC. Apa saja 4 hal tersebut? Mari kita simak:
1. BUILDING TRUST (membangun
kepercayaan)
Percaya timbul karena reputasi dan referensi, karena adanya keakraban atau kemiripan, karena ada konkruen. Calon pembeli percaya
pada 3 elemen, percaya pada perusahaan, percaya pada produk, dan percaya pada
Penjual. Ketiganya elemen tersebut harus meyakinkan dan memiliki reputasi baik
sehingga bisa dipercaya oleh calon pembeli. Dengan adanya kepercayaan dari
calon pelanggan ini akan lebih mudah menjual produk.
Bayangkan jika reputasi tidak ada, juga tidak ada yang mereferensikan, kemudian customer tidak kenal kita, tidak akrab, dan menjelaskannya sambil berkata, 'Saya tidak tahu apakah produknya baik atau tidak. Coba saja!' Kira-kira mungkin gak terjadi penjualan?
Perusahaan yang memiliki reputasi yang baik, produk terbukti berkualitas dan sudah banyak sekali digunakan oleh masyarakat dan dikenalkan oleh SDM yang terlatih, terampil dan ramah akan memudahkan proses penjualan selanjutnya
2. CREATING NEEDS (Menciptakan rasa
Butuh)
Pada dasarnya manusia memiliki
kebutuhan akan suatu barang atau layanan, hanya saja mereka kadang belum
menyadarinya. Itulah tugas pemasar untuk membangun keinginan dari calon pembeli
akan produk yang dijualnya.
Contoh, apakah saat ini sebagian besar orang dewasa membutuhkan produk untuk memperbaikan kualitas darah, atau produk pengencer darah. Bisa jadi jawabannya “iya”. Tapi apakah saat ini semua orang dewasa tahu dan akhirnya menggunakan produk pengencer darah? Jawabanya “sebagian besar tidak tahu dan tidak menggunakan produk pengencer darah”. Kalau begitu, inilah tugas dari penjual untuk menciptakan kebutuhan calon pembeli, bahwa mereka sebenarnya membutuhkan produk pengencer darah.
Tanyakan apakah pelanggan sering merasa capai, badan pegal pegal, susah tidur, kapan terakhir cek darah? Saat pelanggan menjawab “ya”, besar kemungkinan dia mengalami gangguan darah lengket à membutuhkan produk pengencer darah
3. GIVING SOLUTION / OFFERING (Solusi /
penawaran)
Seorang penjual hanya sekedar
menjual, salesman tanpa dia menguasi produk dan orang akan sulit terjadi
penjualan, tetapi jika dia menjadi seorang konsultan yang mengerti tentang
orang dan produk atau jasanya akan cenderung lebih mudah menjual. Apalagi jika
positioning diri ini sebagai master,, yang memang satu-satunya yang menguasai
semuanya, benar-benar paham karakter orang dan produk atau jasa yang kita
jual.
Datanglah kepada calon pembeli sebagai
PEMBAWA SOLUSI. Dalam kasus customer memiliki masalah dengan gampang capai,
pegal-pegal, kesemutan, susah tidur, dll, maka kita bisa datang dengan berbagai
informasi yang berhubungan dengan keluhan tersebut sebagai solusi dan sekaligus
mengenalkan produk sebagai SOLUSI untuk mengatasi keluhan tersebut.
4. HANDLING OBJECTION (Mengatasi
keberatan)
Setelah calon pembeli peraya,
kemudian mereka menyadari bahwa mereka memerlukan produk, dan produk adalah
sebagai solusi dari permasalahan yang dia alami, tidak serta merta merta mereka
akan langsung membeli. Mereka akan mengajukan berbagai macam keberatan, mulai
dari ragu-ragu akan produk (baru), ingin tanya ke dokter terlebih dahulu,
harganya mahal, tidak punya uang, dan alasan lainnnya.
Di sinilah peran dari pemasar untuk MENGATASI KEBERATAN TERSEBUT. Keberata soal kualitas produk bisa dijelaskan dengan berbagai hasil penelitian dan banyaknya orang yang sudah menggunakan. Keberatan tentang harga, pelanggan bisa diajak berhitung, bahwa kalau dihitung konsumsi harian ternyata biayanya jauh lebih murah dibandingkan dengan uang parkir sehari-hari. Keberatan tentang manfaat produk, bisa dijelaskan dengan resiko yang bisa terjadi bila tidak melakukan upaya pencegahan, dsan secara biaya pasti jauh lebih mahal.
Demikian penjelasan secara singkat mengenai SALES MAGIC, semoga bisa diterapkan dan memberikan manfaat. Terimakasih
Salam Smart Life
Joko Ristono
Langganan:
Postingan (Atom)



