Jumat, 07 Februari 2014

Mungkin Sekali Saya Sendiri Juga Maling

http://sejarahbangsaindonesia.files.wordpress.com/2011/03/taufik_ismail-256x300.jpg
oleh Taufiq Ismail
October 25, 2013   

Kita hampir paripurna menjadi bangsa porak-poranda, terbungkuk dibebani hutang dan merayap melata sengsara di dunia.

Penganggur 40 juta orang,anak-anak tak bisabersekolah 11 juta murid, pecandu narkoba 6 juta anak muda, pengungsi perang saudara 1 juta orang, VCD koitus beredar 20 juta keping, kriminalitas merebat disetiap tikungan jalan dan beban hutang di bahu 1600 trilyun rupiahnya.

Pergelangan tangan dan kaki Indonesia diborgol diruang tamu Kantor Pegadaian Jagat Raya, dan dipunggung kita dicap sablon besar-besar: Tahanan IMF dan Penunggak Bank Dunia.

Kita sudah jadi bangsa kuli dan babu, menjual tenaga dengan upah paling murah sejagat raya.

Ketika TKW-TKI itu pergi lihatlah mereka bersukacita antri penuh harapan dan angan-angan di pelabuhan dan bandara, ketika pulang lihat mereka berdukacita karena majikan mungkir tidak membayar gaji, banyak yang disiksa malah diperkosa dan pada jam pertama mendarat di negeri sendiri diperas pula.

Negeri kita tidak merdeka lagi, kita sudah jadi negeri jajahan kembali.
Selamat datang dalam zaman kolonialisme baru, saudaraku.
Dulu penjajah kita satu negara, kini penjajah multi kolonialis banyak bangsa.
Mereka berdasi sutra, ramah-tamah luar biasa dan banyak senyumnya.
Makin banyak kita meminjam uang, makin gembira karena leher kita makin mudah dipatahkannya.
Di negeri kita ini, prospek industri bagus sekali.
Berbagai format perindustrian, sangat menjanjikan, begitu laporan penelitian.
Nomor satu paling wahid, sangat tinggi dalam evaluasi, dari depannya penuh janji, adalah industri korupsi .

Apalagi di negeri kita lama sudah tidak jelas batas halal dan haram, ibarat membentang benang hitam di hutan kelam jam satu malam.

Bergerak ke kiri ketabrak copet, bergerak ke kanan kesenggol jambret, jalan di depan dikuasai maling, jalan di belakang penuh tukang peras, yang di atas tukang tindas.

Untuk bisa bertahan berakal waras saja di Indonesia, sudah untung.
Lihatlah para maling itu kini mencuri secara berjamaah.
Mereka bersaf-saf berdiri rapat, teratur berdisiplin dan betapa khusyu'.
Begitu rapatnya mereka berdiri susah engkau menembusnya.
Begitu sistematiknya prosedurnya tak mungkin engkau menyabotnya.
Begitu khusyu'nya, engkau kira mereka beribadah.
Kemudian kita bertanya, mungkinkah ada maling yang istiqamah?
Lihatlah jumlah mereka, berpuluh tahun lamanya, membentang dari depan sampai ke belakang, melimpah dari atas sampai ke bawah, tambah merambah panjang deretan saf jamaah.
Jamaah ini lintas agama, lintas suku dan lintas jenis kelamin.

Bagaimana melawan maling yang mencuri secara berjamaah?
Bagaimana menangkap maling yang prosedur pencuriannya malah dilindungi dari atas sampai ke bawah?
Dan yang melindungi mereka, ternyata, bagian juga dari yang pegang senjata dan yang memerintah.

Bagaimana ini?

Tangan kiri jamaah ini menandatangani disposisi MOU dan MUO (Mark Up Operation), tangan kanannya membuat yayasan beasiswa, asrama yatim piatu dan sekolahan.

Kaki kiri jamaah ini mengais-ngais upeti ke sana kemari, kaki kanannya bersedekah, pergi umrah dan naik haji.

Otak kirinya merancang prosentasi komisi dan pemotongan anggaran, otak kanannya berzakat harta, bertaubat nasuha dan memohon ampunan Tuhan.

Bagaimana caranya melawan maling begini yang mencuri secara berjamaah?
Jamaahnya kukuh seperti diding keraton,
tak mempan dihantam gempa dan banjir bandang, malahan mereka juru tafsir peraturan dan merancang undang-undang, penegak hukum sekaligus penggoyang hukum, berfungsi bergantian.
Bagaimana caranya memroses hukum maling-maling yang jumlahnya ratusan ribu, barangkali sekitar satu juta orang ini, cukup jadi sebuah negara mini, meliputi mereka yang pegang kendali perintah, eksekutif, legislatif, yudikatif dan dunia bisnis, yang pegang pestol dan mengendalikan meriam, yang berjas dan berdasi. Bagaimana caranya?
Mau diperiksa dan diusut secara hukum?
Mau didudukkan di kursi tertuduh sidang pengadilan?
Mau didatangkan saksi-saksi yang bebas dari ancaman?

Hakim dan jaksa yang bersih dari penyuapan?
Percuma
Seratus tahun pengadilan, setiap hari 8 jam dijadwalkan Insya Allah tak akan terselesaikan.
Jadi, saudaraku, bagaimana caranya?
Bagaimana caranya supaya mereka mau dibujuk, dibujuk, dibujuk agar bersedia mengembalikan jarahan yang berpuluh tahun dan turun-temurun sudah mereka kumpulkan.

Kita doakan Allah membuka hati mereka, terutama karena terbanyak dari mereka orang yang shalat juga, orang yang berpuasa juga, orang yang berhaji juga.
Kita bujuk baik-baik dan kita doakan mereka.

Celakanya, jika di antara jamaah maling itu ada keluarga kita, ada hubungan darah atau teman sekolah, maka kita cenderung tutup mata, tak sampai hati menegurnya.
Celakanya, bila di antara jamaah maling itu ada orang partai kita, orang seagama atau sedaerah,

Kita cenderung menutup-nutupi fakta, lalu dimakruh-makruhkan dan diam-diam berharap semoga kita mendapatkan cipratan harta tanpa ketahuan.
Maling-maling ini adalah kawanan anai-anai dan rayap sejati.
Dan lihat kini jendela dan pintu Rumah Indonesia dimakan rayap. Kayu kosen, tiang,kasau, jeriau rumah Indonesia dimakan anai-anai.
Dinding dan langit-langit, lantai rumah Indonesia digerogoti rayap.

Tempat tidur dan lemari, meja kursi dan sofa, televisi rumah Indonesia dijarah anai-anai.
Pagar pekarangan, bahkan fondasi dan atap rumah Indonesia sudah mulai habis dikunyah-kunyah rayap.
Rumah Indonesia menunggu waktu, masa rubuhnya yang sempurna.
Aku berdiri di pekarangan, terpana menyaksikannya.
Tiba-tiba datang serombongan anak muda dari kampung sekitar.
"Ini dia rayapnya! Ini dia Anai-anainya!" teriak mereka.
"Bukan. Saya bukan Rayap, bukan!" bantahku.
Mereka berteriak terus dan mendekatiku dengan sikap mengancam.
Aku melarikan diri kencang-kencang.
Mereka mengejarkan lebih kencang lagi.
Mereka menangkapku.
"Ambil bensin!" teriak seseorang.
"Bakar Rayap," teriak mereka bersama.
Bensin berserakan dituangkan ke kepala dan badanku.
Seseorang memantik korek api.
Aku dibakar.
Bau kawanan rayap hangus.
Membubung Ke udara.

Salam SmartLife
Joko Ristono

Kamis, 06 Februari 2014

Mengungkapkan Kasih Sayang


http://aulia87.files.wordpress.com/2011/02/kasih_sayang_ilustrasi.jpgKehidupan manusia dipenuhi dengan barbagai macam aktivitas mulai dari pagi sampai pagi hari lagi. Setiap orang berbeda-beda kadar jenis aktivitasnya. Semua dilakukan dengan tujuan tertentu, untuk meraih suatu hasil tertentu. Aktivitas bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu dan mendapatkan bayaran, ada juga melakukan aktivitas menonton tayangan TV untuk mendapatkan hiburan, anak-anak aktivitas main game untuk memenuhi rasa keingintahuannya, aktivitas keagamaan seperti pengajian, aktivitas sosial untuk membantu sesama dan banyak contoh aktivitas yang lain.


Ada satu benang merah dari semua jenis aktivitas yang dilakukan oleh manusia, yaitu mereka sedang melakukan hal untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan tersebut  adalah KEBAHAGIAAN. Bekerja cari uang untuk mendapatkan kebahagiaan materi, nonotn sinetron di TV untuk memnuhi kebahagiaan emosional, main game untuk kebahagiaan emosional, pengajian untuk memenuhi kebahagiaan spiritual. Apapun aktivitas yang dilakukan manusia sebagai upaya yang berujung pada kebahagian (materi, emosi atau spiritual)


Pada edisi kali ini, sesuai dengan thema bulan Februari yang merupakan bulan kasih sayang, saya akan share bagaimana kebahagiaan bisa didapatkan dengan kasih sayang.


Makna kasih sayang 
Setiap manusia baik secara sadar ataupun tidak disadari, sudah semestinya perlu tahu dan mengerti apa makna kasih sayang yang sebenarnya, memahaminya, memilikinya dalam diri dan selanjutnya diterapkan. Kasih sayang adalah benih dari semua kebahagiaan yang ada di dunia ini, dengannya niscaya ada kekerasan, niscaya ada peperangan, niscaya ada adu mulut, niscaya ada anak terlantar


Kasih sayang bukanlah sekedar hubungan asmara antar sepasang kekasih, sepasang suami istri, sepasang laki-laki perempuan. Namun lebih bersifat umum, kasih sayang sahabat, saudara, orang tua kepada anak, guru kepada murid, anak kepada orang tua, bahkan kasih saya sesame mahkluk Tuhan.
Dalam kasih sayang, ada satu hal yang selalu ditekankan, bahwa kasih dan sayang yang tulus itu selalu punya sifat yang ikhlas, mengalah, rendah hati, tidak egois dan lebih banyak memberi daripada menerima. Kepentingan diri sendiri sering dinomor duakan demi memberi kebahagiaan pada orang yang dikasih dan disayanginya. Beberapa bentuk ungakapan dari rasa kasih sayang antara lain: Perhatian, Pemurah, Saling menolong, Pemaaf, Peduli, Persaudaran dan Tali Silaturahmi atau bahkan sekedar SENYUM

Di kota besar seperti Jakarta, rasanya sudah menjadi pemandangan sehari-hari anak-anak terlantar tanpa kasih sayang. Meminta-minta di perempatan sambil menangis, berjualan Koran di tengah polusi asap kendaraan, ngamen di tengah-tengah hujan. Dan hal itu bukan kemauan sendiri, karena disuruh orang tuanya, atau dia adalah pengamen yang dikelola oleh preman sehingga mereka kejar setoran. Mereka hidup tanpa Kasih Sayang.


Agar lebih mudah memahami kasih sayang kita bagi dalam beberapa kelompok atau tingkatan:
  1. Kasih sayang dalam lingkungan keluarga. Bentuk ungkapan kasih dalam keluarga, orang tua kepada anak, kasih suami kepada istrinya, kasih antara orang yang bersaudara dan berkeluarga. Kasih sayang dalam keluarga akan membentuk keharmonisan
  2. Kasih sayang dalam lingkungan bangsa, Perasaan kasih sayang dan simpati yang timbul akibat persamaan rumpun, suku bangsa, rasa senasib dalam perjuangan yang menyangkut kenegaraan, sehingga bangsa bertumbuh dan berkembang menjadi Negara maju, tidak rebut dan saling gontok seperti yang terjadi di negeri kita tercinta ini.
  3. Kasih sayang dalam lingkungan kegamanaan, Mencintai dan mengasihi sesama orang yang seagama karena memandang saudara dalam akidah dan keyakinan, dalam tingkatan lebih tinggi kasih sayang ini akan memunculkan sikap toleransi antar umat sehingga memunculkan kerukunan
  4. Kasih sayang dalam bentuk perikemanusiaan, Mencintai sesama manusia atas dasar pengertian bahwa manusia sama ciptaan Tuhan dengan hak yang sama, saling menjaga, saling meghormati.
  5. Kasih sayang kepada sesame mahluk (Universal), Salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat Tuhan adalah menghormati ciptaannya. Saling mengasihi, mengasihi hewan, tumbuh – tumbuhan, dan tidak melakukan pengrusakan alam dan menjaganya 
Kenapa manusia membutuhkan kasih sayang?
Kasih sayang merupakan sumber kebahagiaan yang sebenarnya, kebahagiaan yang selama ini dicari oleh manusia. Apakah harta merupakan jawaban untuk mendapatkan kebahagiaan? Bisa saja jawabannya iya, tapi berapa banyak orang kaya yang menderita dan tidak bahagia. Kalaupun uang memberikan bahagia, tidak secara langsung, namun melalui aliran kasih sayang. Contoh dengan memiliki cukup uang, Anda punya kesempatan untuk berbagi dengan orang lain, dengan berbagi kedua belah pihak akan mendapatkan kebahagiaan.


Anda pasti pernah mendengar bagaimana tanaman yang dirawat dengan kasih sayang, kata-kata lembut dan belaian akan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan tanaman yang tidak dirawat. Atau contoh molekul air yang dibacakan kata-kata positif atau do’a akan memilliki struktur molekul yang baik dan menyehatkan dibanding air tanpa perlakuan tersebut atau bahan air yang dicaci maki. Padahal kalau dipikir tumbuhan adalh maklluk hidup yang hanya bisa tumbuh, menurut kita tidak punya perasaan dan ekpresi, tapi faktanya? Dan air adalah benda mati, ternyata benda matipun akan merespon positif ungkapan kasih sayang.


Perhatikan seorang anak yang dibesarkan dengan kasih sayang, bandingkan dengan seorang anak yang dibesarkan dengan kekerasan! Mana yang lebih berprestasi, mana yang lebih bermanfaat untuk lingkungan sekitar, mana yang lebih bisa dibanggakan?


Lihatlah contoh kejadian bencana yang sepertinya bertubi-tubi menimpa negeri kita tercinta ini. Memang Indonesia ditakdirkan sebagai Negara dengan kekayaan alam terbesar di dunia oleh Tuhan dan sekaligus Negara paling berbahaya dan rawan bencana karena memilliki 3 lempeng besar yang bergeser dan saling bertumbukan,s sehingga memunculkan ratusan gunung berapi aktif. Tapi bukan semata itu penyebab semua bencana ini. Tengok banjir yang yang terjadi rutin di Indonesia, terutama Jakarta. Jelas ketidak pedulian dan tidak adanya rasa sayang terhadap lingkunganlah yang menyebabkan banjir terjadi. Kasih sayang berarti peduli dengan sekitar dan tidak mementingkan diri sendiri, jadi wajar kalau bencana terjadi di banyak lokasi di Indonesia. Keserakahan dalam menggunduli Hutan jelas sebagai sumber bencana, korupsi uang pembangunan infrastruktur berperan dalam banyak bencana, ketiadaan rasa untuk mengalah menyebabkan banyak perselisihan dan peperangan.


Hilangnya kasih sayang di negeri ini

Saat ini jauh lebih mudah menemukan berita tentang kekerasan, perampokan, pembunuhan, pencurian, korupsi dan berita negatif lainnya dibandingkan berita tentang kebaikan sesama, tentang pelestarian alam dan berita baik lainnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifAfXRZPbPggggGT2oEHToCmiatMu5SpU17D10a0hnWZGddQmjcfvrVLQVlUumnUj1heAI4GKgZPHz_Vjy32WOjlxGbxV_BcUF5h602qthP17GEdUyAL6JTOni-pZNcq0zoWIz4jhMDhQd/s1600/kartun+korupsi+lucu+001.jpg

Apakah ini menunjukkan bahwa kasih sayang di negeri ini sudah menjadi barang mahal? Sudah menjadi barang langka dan harus diperjuangkan untuk mendapatkannya. Semua kejadian buruk diatas tidak mungkin terjadi bila si pelaku memiliki rasa kasih sayang! Ya artinya benar bahwa kasih sayang menjadi sesuatu yang barang mahal di negeri ini. Kalau 70% kepala daerah terindikasi melakukan korupsi! Kalau wakil rakyat berjamaah memakan uang rakyat! Kalau pejabat hanya mementingkan kantong pribadi dan melupakan kewajiban yang diembannya! Di mana perginya rasa kasih sayang!

Dalam lingkungan keluarga, kondisinya masih jauh lebih baik, meskipun berita KDRT sering menghiasi berita di media dan Indonesia adalah Negara dengan tingkat perceraian tertinggi dibandingkan Negara islam lainnya. Namun masih jauh lebih banyak keluarga harmonis yang dibangun dengan dasar kasih sayang. 

Bagaimana mengungkapkan kasih sayang?

Bentuk kasih sayang macam-macam bentuknya dan tentu saja bisa berbeda cara mengungkapkan atau mengekpresikannya. Menunjukkan kasih sayang dalam keluarga bisa dilakukan dengan cara makan bersama, berdoa bersama, membantu adik mengerjakan PR, bermain bersama, saling perhatian dengan SMS/BBM, membawa oleh-oleh, memberikan nasehat dan banyak cara lain. Kasih sayang kepada Negara bisa diepresikan dalam bentuk karya nyata, prestasi sesuai dengan bidang masing-masing, menghormati budaya suku lain, melestarikan budaya dengan menjaga tradisi dan banyak hal lain. Kasih sayang dalam lingkungan kaeagamaan dengan menjunjung tinggi toleransi, menghormati keyakinan agama lain tanpa menjelekkan dan mengunggulkan agama sendiri. Kasih sayang sesama manusia bisa diekpresikan dalam bentuk memberikan perhatian, saling menolong, memberikan maaf, menunjukkan sikap peduli dan menjaga tali silaturahmi. Selain kepada sesama, ungkapan kasih sayang juga harus diberikan kepada makluk Tuhan termasuk kepada benda mati. Contohnya: mengasihi hewan, tumbuh – tumbuhan dan tidak melakukan pengrusakan alam dan menjaganya


Kenapa kasih sayang harus diungkapkan?
Pada saat kita berdo’a dengan penuh keyakinan dan selalu mengucapkan kalimat pembukan Tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang disambung dengan untaian kata-kata permohonan. Usai berdo’a apa yang Anda rasakan? Yaa perasaan damai, perasaan tenang, perasaan teduh dan berujung pada perasaan BAHAGIA.
Kalau kita sudah yakin bahwa kasih sayang akan memunculkan kebahagian, itulah alasan mengapa kasih sayang harus diungkapkan. Memberikan kebahagian kepada keluarga dengan kucuran kasih sayang, memberikan kebahagiaan kepada teman dengan aliran kasih sayang, memberikan perhatian kepada mahkluk hidup dan alam untuk kelestarian.

Ungkapan perasaan sayang akan mencegah perpecahan dalam keluarga, ungkapan kasih sayang kepada sesama akan menghasilkan kebersamaan untuk maju bersama, ungkapan kasih sayang antar umat beragama akan menghasilkan kerukunan. Ungkapan kasih saying dalam bernegara bisa menegah korupsi dan memajukan Negara. Kasih Dan ujung dari semuanya adalah KEBAHAGIAAN.
Mari dimulai dari diri kita, mulai dari sekarang dan mulai dari yang paling mudah untuk mengungkapkan kasih saya, dan pada akhirnya diri kita bahagia, keluarga harmonis, kehidupan masyarakat rukun dan Negara tercinta ini menjadi maju, mampu mengelola sumber daya yang melimpah dan disegani di kancah dunia, bukan terkenal sebagai Negara korup seperti saat ini

Salam SmartLife
Joko Ristono